Fungsi Kurikulum pendidikan

Posted on April 28, 2015 By

Seorang ahli ditanya tentang maju mundurnya suatu pendidikan pada suatu bangsa. Pertanyaannya “Bagaimana pendapat Anda tentang masa depan pendidikan?” seorang ahli itu menjawab “Coba Anda sodorkan kepada saya kurikulum sekolahnya, maka akan saya beritahukan kepada anda tentang masa depan pendidikan itu” jawaban seorang ahli itu menunjukkan bahwa kurikulum dalam pendidikan memiliki fungsi dari kedudukan yang sangat penting dan strategis. Mengapa demikian? Karena kurikulum akan membawa dan membentuk pendidikan sesuai dengan apa yang diharapkan. Atau kata lain, jika kita ingin melihat bagaimana masa depan pendidikan, maka lihatlah kurikulumnya.

Kurikulum merupakan bagian dari sistem pendidikan yang tidak bisa dipisahkan dengan komponen sistem lainnya. Tanpa kurikulum suatu sistem pendidikan tidak dapat dikatakan sebagai sistem pendidikan yang sempurna. Kurikulum merupakan ruh yang menjadi gerak dinamik suatu sistem pendidikan. Ia juga merupakan idea vital yang menjadi landasan bagi terselenggaranya pendidikan yang baik. Bahkan kurikulum seringkali menjadi tolak ukur bagi kualitas dan penyelenggaraan pendidikan. Baik buruknya kurikulum akan sangat menentukan terhadap baik buruknya kualitas output pendidikan, dalam hal ini, peserta didik. Dalam kedudukannya yang strategis, kurikulum memiliki fungsi sebagai wahana dan media konservasi, internalisasi, kristalisasi, dan transformasi ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan nilai-nilai kehidupan umat manusia.

Lebih jauh, kurikulum bukan hanya berfungsi sebagai wahana dan media konservasi, internalisasi, dan kristalisasi, tetapi ia juga merupakan wahana dan media transformasi. Pemillik ilmu pengetahuan dan nilai-nilai dituntut melopori, memimpin dan mendesain peradaban umat manusia yang konstruktif, dinamis, produktif, dan inovatif, serta mengawal, membimbing, membina, dan mengarahkan perubahan-perubahannya secara proaktif dan dedikatif melalui perubahan-perubahan peradaban yang semaikin baik. Dalam konteksi ini pula pemilik ilmu pengetahuan dan nilai-nilai memerankan dirinya sebagai agent of social changes, agent of social responbility, agent of innovation and agent of human investment (Ayi Sofyana, 2009:1)

Secara ringkas, Madjid (2005:3) mengemukakan tiga fungsi kurikulum. Pertama, fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan. Kurikulum berfungsi sebagai alat untuk mencapai seperangkat tujuan pendidikan yang diinginkan dan sebagai pedoman dalam mengatur kegiatan pembelajaran sehari-hari. Kedua, bagi tataran tingkat sekolah, yaitu sebagai pemeliharaan proses pendidikan dan penyiapan tenaga kerja. Ketiga, bagi konsumen (pengguna jasa pendidikan) kurikulum berfungsi sebagai keikutsertaan dalam memperlancar pelaksanaan program pendidikan dan kritik yang membangun dalam penyempurnaan program yang serasi.

Selain yang dijelaskan di atas, fungsi lain dari kurikulum tidak hanya terkait dengan mereka yang berada di dalam lingkungan sekolah saja. Tetapi fungsi-fungsi kurikulum terkait dengan berbagai pihak di luar lingkungan sekolah. Kurikulum juga berfungsi bagi para penulis buku bahan ajar, buku panduan pembelajaran, buku referensi dan lain sebagainya. Bahkan kurikulum juga berfungsi bagi para masyarakat (stakeholder) yang terlibat dalam dunia pendidikan. Bahkan sekarang ini penyusunan kurikulum justru melibatkan berbagai lapisan yang memang secara langsung atau tidak langsung turut mempengaruhi atu dipengaruhi oleh pemberlakuan sebuah kurikulu.

Oleh : Durorul Firdaus

SILAHKAN BERTANYA ATAU KOMENTARI

pendidikan